Kamis, 03 Desember 2015

Welcome in my blog

Tiada hari tanpa rasa bersyukur, keagunganNya (Allah SWT) mendekatkan kita untuk saling mengenal.

Saudara-saudara dan sahabat-sahabatku, perkenalkan goresanku dalam fikirmu. Setiap kata yang ku gores semoga menjadi pengalaman baru buat kalian yang membaca.

Dulu dan sekarang memang berbeda, kita bisa berkenalan tanpa bertatapan langsung dengan orangnya, bagaimana bisa? Bisalah, zaman sekarang.... kecanggihan teknologi telah bercecer di dunia manusia baik dari semua kategori manusia tua, muda, anak-anak, kaya, miskin bahkan pengamenpun bisa menguasainya.... serasa derajat kita setara bukan? Iyalah setara.. semua manusia sama-sama bisa melakukan apapun, yang membedakan hanya hasil dari usaha mereka sendiri.
Tapi terkadang yang kaya bisa jadi si miskin dan sebaliknya si miskin bisa jadi si kaya loh... lah kok bisa itu loh? Si kaya harta itu terkadang miskin akal dan si miskin harta itu kaya akal.. tau melihat para pejabat ngomong di depan pers dengan lagaknya yang gagah perkasa cantik glamour anggun.. banyak sekali lagak mereka berbicara supaya omongan mereka dianggap benar-benar sosok pejabat tinggi. Karena mereka belum tahu sebenarnya mereka itu pembantu masyarakat betul bukan? Ya jelas... capek-capek ngomong di depan pers, masyarakat yang mendengar malahan geli dan beranggapan "alah.... kui iku ekting".

Benar saja lama mereka berbicara bijak ternyata lambat laun.. melakukan skandal... skandal atau sandal? Skandalah... skandal korupsi istilahnya makan uang panas...

Yaudahlah... manusiawi teknologi memang ingin beli ini itu tanpa memikirkan sumber atau hasil yang didapat. Kita itu sebagai masyarakat nggak boleh nyalahin pemerintah ya? Sepenuhnya kita dukung diri sendiri dulu baru kita saling komunikasi langsung sama pejabat, istilahnya sharing bareng mendengarkan keluh kesah masing-masing baiknya gimana dan bagaimana silusinya... rileks tenang jangan mebanyakan tawuran apalagi demo.. kita rakyat itu harus bisa berfikir cerdas juga, sabar.. tabah.. buang sampah pada tempatnya.. rawat dg baik tempat wisata indonesia.. tanah air kita itu surga dunia yang kita miliki.. keindahan alamnya yang melimpah ruah dapat kita nikmati dg nyaman.

Pabrik-pabrik juga harus tau limbah itu untuk apa? Kalau dibuang seenaknya mati dong para penghuni yang tinggal di sekitarnya.. ikan-ikan kecil yang baru menetas, ular yang biasa mangsa tikus juga tewas, orang utan yang begitu menggemaskan yang selalu merawat tempat tinggalnya tiba-tiba mati karena asap, sungguh kita sbg manusia kejam bukan? jelas... seperti kita manusia ingin hidup sendiri, yang lainnya..?

Teknologi memang canggih, tapi hati-hati para kawan-kawanku generasai pemuda.. ternyata secara diam-diam kita telah dijajah negara lain dengan media sosial media.. sekarang manusia kemana-mana lebih fokus dengan genggamannya dibanding dengan aktivitasnya.. bisa saja loh kita bertengkar secara tiba-tiba di media sosisal terus salah satu dari kita termakan emosi, dan akhirnya kita saling membunuh terus timbul dendam secara turun temurun lah... baliklah kita bisa terpecah belah dong persaudaraan kita.. dimanfaatkan deh oleh negara lain... kembali bangsa lain menghentakkan senjata menuju tanah air kita... kita siap apa? Lah... wong kita sendiri sibuk dengan genggaman kita setiap saat mau di lempar pakai mobil? Gadget? Rumah? Duit? Lah mati duluanlah... tanah air kita...

#NonikCleopatra
Instagram : @metikjengkol
Line : @metikjengkol
Facebook : Nonik Cleopatra
Twitter : @nonik cleopatra

Pemikiran goresan : Jumat, 4 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Us

Recent

Random